Cara Menggunakan Kober Pupuk

Cara Penggunaan KOBER Pupuk Hayati Terbaik, Yuk Langsung Praktik

Cara penggunaan KOBER pupuk hayati cair terbaik dari Treninet

KOBER adalah pupuk hayati terbaik berbahan aktif mikroba indengenous yang ramah lingkungan. Pupuk hayati terbaik saat ini adalah Kober bermanfaat untuk meningkatkan hasil pertanian, perkebunan, serta peternakan. Produk yang juga dikenal sebagai pupuk hayati terbaik untuk padi tersebut merupakan asli buatan Indonesia. Kober pupuk hayati untuk tanaman jagung, kelapa sawit, tanaman karet, bawang merah, sayuran, dan sengon ini tidak mengandung patogen dan logam berat As, Pb, Hg, Cd serta bakteri Samonella sp dan E-coli.

KOBER diproduksi dengan teknologi modern secara khusus untuk mendukung pertanian, perkebunan dan perternakan serta pemenuhan kebutuh kelurga yang berwawasan lingkungan. Menjadi pengguna KOBER pupuk hayati yang bagus juga menjadi sahabat bagi lingkungan.

Penggunaan KOBER pupuk hayati di Indonesia juga dapat dipadukan dengan pupuk kimia atau kompos yang mana dari perpaduan tersebut telah terbukti hasilnya dapat meningkatkan produksi pertanian dan memenuhi standar organik.

Cara penggunaan Kober pupuk hayati terbaik secara umum yang mudah diaplikasikan oleh setiap orang

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diharapkan penggunaan Kober tetap mengacu pada ulasan di bawah ini, namun sebelumnya, kami paparkan keuntungan menggunakan Kober.

Apa saja keuntungan menggunakan Kober Treninet?

  1. Meningkatkan hasil panen 20-50% dari biasanya atau lebih optimal
  2. Menghemat sampai dengan 50% penggunaan pupuk kimia, kompos dan kandang
  3. Memecah pestisida dengan residu sampai dengan 0% dan mengurangi tumbuhnya gulma untuk kelompok tanaman perdu.

Prinsip aplikasi penggunaan Kober:

  1. Encerkan 1-6 liter KOBER dengan 50-200 liter air, diamkan beberapa saat, baru dipergunakan
  2. Alternatif penggunaan untuk tanaman semusim: Berikan KOBER 5 – 6 liter pada pangkal atau barisan tanaman yang berumur 12 – 25 hari setelah tanam
  3. Berikan KOBER 2-3 liter pada lahan setelah diolah 1-2 hari sebelum ditanami, dan berikan lagi 3 liter KOBER pada pangkal atau barisan tanaman 1.5 – 2 bulan setelah ditanam.

Alternatif penggunaan KOBER untuk tanaman non semusim:

  1. Berikan KOBER 1-3 liter pada pangkal tanaman setiap 2-3 bulan sekali
  2. Berikan KOBER 1-3 liter pada 4 lobang buatan dengan diameter lobang 5 cm & kedalaman 30 cm, di sekitar pohon (4 arah mata angin) setiap 2-3 bulan sekali.

Penggunaan KOBER untuk Tanaman Padi

  1. Semprotkan 2-3 liter larutan KOBER yang telah diencerkan pada permukaan tanah secara merata 1-2 hari sebelum tanam.
  2. Semprotkan 3 liter larutan KOBER yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 40-45 hari setelah tanam.
  3. Semprotkan 5-6 liter larutan KOBER yang telah diencerkan pada barisan tanaman pada saat umur 20-30 hari.

Penggunaan Kober pada tanaman kacang tanah, kentang, umbi-umbian, tomat, cabai dan kedelai:

  • Per hektar tanaman 5 – 6 liter KOBER sekali tanam (musim tanam)
  • Encerkan 2 – 3 liter KOBER dengan 50 s/d 100 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  • Sekali penyiraman (penyemprotan) diperlukan 2 s/d 3 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman
  • Aplikasi penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali

Cara Penggunaan Alternatif A:

  1. Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman atau kecambah pada saat umur 7 s/d 10 hari (2 – 3 liter KOBER).
  2. Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 40 – 50 hari (3 liter KOBER)

Alternatif B:

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan (5 – 6 KOBER) pada barisan tanaman pada saat umur 20 s/d 30 hari.

Penggunaan Kober pada tanaman sayur-sayuran

  1. Kebutuhan (takaran dosis) per hektar tanaman 4 s/d 5 liter KOBER untuk satu musim tanam
  2. Encerkan 2 – 3 liter KOBER dengan 50 – 100 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. Sekali penyemprotan diperlukan 2 – 3 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman.
  4. Penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali aplikasi penggunaan

Cara penggunaan alternatif A (Umur tanaman sampai dengan 70 hari)

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman atau kecambah pada saat umur 7 – 10 hari (2 s/d 3 liter KOBER)
  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman umur 30 – 40 hari (2 – 3 liter KOBER).

Alternatif B (Umur tanaman s/d 45 hari)

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman atau kecambah pada saat umur +12 hari.

Penggunaan pada tanaman jagung, tembakau, semangka dan melon:

  1. Kebutuhan dosis per hektar tanaman 6 s/d 7 liter KOBER sekali tanam (musim tanam)
  2. Encerkan 3 – 4 liter KOBER dengan 50 s/d 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. Sekali penyemprotan diperlukan 3 s/d 4 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman.
  4. Aplikasi penggunaan penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali

Cara penggunaan

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman atau kecambah pada saat umur 7 – 10 hari (3 – 4 liter KOBER).
  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 35 – 45 hari (4 liter KOBER).

Penggunaan pada tanaman kelapa sawit, karet, sengon, kopi, coklat, jambu, jeruk, apel, dan mangga serta yang lainnya:

  1. Kebutuhan dosis per hektar tanaman 8 s/d 12 liter KOBER per tahun
  2. Encerkan 1 – 2 liter KOBER dengan 50 s/d 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan

Cara penggunaan untuk pembibitan:

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada kecambah atau tanaman saat berumur 10 s/d 15 hari (1 – 2 liter KOBER untuk 300 – 400 pohon).
  • Selanjutnya lakukan pemupukan setiap 1 minggu sampai 1 bulan dengan dosis yang sama.

Cara penggunaan tanaman dewasa (sudah produksi):

  1. Buat 4 lubang (4 arah mata angin) dengan jarak 1.5 meter dari pohon dan kedalaman 30 cm, diameter 5 sampai 10 cm.
  2. Encerkan 2 – 3 liter KOBER dengan 100 – 125 liter air, isi setiap lubang yang sudah dibuat dengan 250 ml larutan KOBER
  3. Ulangi setiap 2 s/d 3 bulan sekali.

Penggunaan pada tanaman hias dan obat:

  • Encerkan 1 – 2 liter KOBER dengan 50 – 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan (untuk 1 hektar tanaman)
  • Semprotkan larutan yang sudah diencerkan pada tanaman setiap 15 – 45 hari

Penggunaan pada tanaman pisang, tebu, papaya dan lain-lain:

  1. Kebutuhan dosis per hektar tanaman 6 – 7 liter KOBER
  2. Encerkan 1 – 2 liter KOBER dengan 100 – 200 liter air diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. Sekali penyemprotan diperlukan 1 – 2 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman
  4. Penyemprotan dilakukan setiap 1.5 sampai 2 bulan

Cara aplikasi penggunaan KOBER:

  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman pada saat umur 10 hari (1 – 2 liter KOBER)
  • Semprotkan larutan yang telah diencerkan pada pangkal tanaman atau barisan tanaman setiap 2 s/d 3 bulan sekali

APLIKASI PENGGUNAAN KOBER PADA HEWAN TERNAK

Cara Menggunakan Kober PupukDosis dan aplikasi penggunaan pada hewan besar (sapi, kerbau, dan lain-lain):

  1. Dosis 8 s/d 12 ml (1 tutup botol) 1 kali sehari
  2. Larutkan 8 s/d 12 ml KOBER dengan 5 s/d 6 liter air jika diminumkan
  3. Larutkan 8 s/d 12 ml KOBER dengan 1 liter air jika dicampurkan pada makanannya
  4. Berikan KOBER setiap siang atau sore hari sejak hewan tidak menyusui lagi pada induknya

Dosis dan aplikasi penggunaannya pada hewan kecil (kambing, kijang):

  • Dosis 3 – 4 ml KOBER (1/4 tutup botol) 1 kali sehari
  • Larutkan 3 s/d 4 ml KOBER dengan 1 s/d 2 liter air jika diminumkan
  • Larutkan 3 s/d 4 ml KOBER dengan 0.5 liter air jika dicampurkan pada makanannya
  • Berikan KOBER setiap siang atau sore hari sejak hewan tidak menyusui lagi pada induknya.

Dosis dan aplikasi penggunaan KOBER pada hewan unggas (ayam, bebek, itik, dan lain-lain):

  1. Dosis anjuran per 1000 ekor (untuk pagi dan sore hari) 2 kali aplikasi penggunaan KOBER
  2. Minggu 1 (satu) : 60 ml KOBER dilarutkan dengan air 70 liter
  3. Minggu 2 (dua) : 70 ml KOBER dilarutkan dengan 80 liter
  4. Minggu 3 (tiga) dst., 80 ml KOBER dilarutkan dengan air 90 liter

Aplikasi penggunaan:

  • KOBER diberikan setiap pagi dan setiap sore hari (sesuai dengan dosis atau takaran yang dianjurkan)
  • Pemberian KOBER dihentikan (tidak diberikan 10 hari sebelum panen)
  • Pemberian KOBER sesuai dosis dan waktu anjuran tersebut di atas secara teratur.

Perhatian!

  1. Penggunaan KOBER jangan dicampur dengan pestisida atau pupuk kimia
  2. Pemakaian KOBER tidak boleh bersamaan dengan pupuk kimia, beri tenggang waktu 2 – 3 hari.

Aplikasi pemakaian KOBER pada perikanan

Cara pemakaian Kober:

  1. Larutkan 1 (satu) liter KOBER dengan 20 – 40 liter air
  2. Semprotkan secara merata larutan tersebut pada permukaan tanah dan air.

Aplikasi penggunaan pada kolam, empang, atau tambak

Dosis yang dianjurkan sampai dengan panen:

  • Kedalaman 40 – 70 cm dosis 0.8 s/d 1 liter KOBER per 1000m2
  • Kedalaman 60 – 120 cm dosis 1.4 sampai dengan 1.6 liter KOBER per 1000m2

Aplikasi untuk kolam 1000m2:

  1. Setelah pengolahan tanah, taburkan atau siramkan secara merata 200 ml (18 tutup botol) yang sudah diencerkan dengan 15 – 20 liter air di permukaan tanah.
  2. Tiga hari kemudian masukan air secukupnya ke dalam kolam atau empang atau tambak lalu siramkan kembali larutan 200 ml KOBER yang sudah diencerkan dengan 15 – 20 liter air merata pada permukaan air.
  3. 5 – 7 hari kemudian baru ditaburkan benihnya
  4. Untuk selanjutnya setiap 3 – 4 minggu ditaburkan larutan 100 ml (9 tutup KOBER) yang sudah diencerkan dengan 10 liter air pada permukaan air secara merata.

Aplikasi penggunaan KOBER sebagai dekomposer:

  • Manfaat dan keunggulan untuk rumah tangga seperti toilet:
  • Penggunaan KOBER untuk mencegah toilet dan saluran keran pembuangan yang mampet
  • Menghilangkan sumber bau dari toilet dan saluran keran pembuangan
  • Sebagai tindakan pencegahan menumpuknya limbah biologi atau organic pada septik tank atau tangki septik.

Cara pemakaian KOBER untuk toilet:

  1. Tuangkan 1 botol KOBER kedalam closet atau saluran keran pembuangan pada malam hari
  2. Lalu flush atau siram keesokan paginya
  3. Tidak boleh diaplikasikan secara bersama dengan bahan kimia
  4. Aplikasikan atau gunakan setiap 1 bulan.

Mikroba selulotik dan pseudomonas yang terkandung di KOBER TreniNet dapat memecah atau mengurai racun-racun, pestisida dan sisa-sisa makanan atau bahan organik sehingga kualtias air serta biota yang ada dalam air tetap terjaga.

Dengan kualitas air terjaga atau terkontrol dengan baik maka peran mikroba pelarut fosfat dan azotobacter sp menjadi optimal untuk menumbuhkan spora yang ada pada tanah atau lumpur menjadi plankton-plankton (makanan alami ikan dan udang).

KOBER memberi kemudahan dan semangat bagi para petani serta pengguna lainnya untuk mendapatkan hasil yang besar dan memuaskan. Begitu juga dengan pengelola perkebunan, peternak dan masyarakat umum yang menggunakan KOBER akan mendapatkan hasil nyata. Perhatikan cara menggunakan KOBER pupuk hayati terbaik sesuai dengan anjuran di atas dan nikmati hasil akhir yang menakjubkan bagi Anda.

Nota: Informasi secara detail mengenai penggunaan KOBER pupuk hayati cair berkualitas terbaik saat ini belum dituangkan dalam gambar atau visual maupun video, namun gambar-gambar yang ada dalam artikel ini hanya untuk menegaskan bahwa KOBER dapat digunakan untuk pertanian, peternakan, perkebunan, dan hewan peliharaan serta kebutuhan rumah tangga. Share is carring

One Response

  1. Subhanallah 😍😍😍

    Kober multifungsi bisa di gunakan untuk tumbuhan,,, hewan peliharaan,,, toilet mampet dll…

Leave a Reply